Senin, 18 Januari 2010

Biodata perjalanan Griya Seni Popo Iskandar

Sejarah berdirinya Griya Seni Popo Iskandar
Awal terbentuknya ide Popo Iskandar untuk mempunyai museum pribadi, adalah ketika pada lawatannya (1976) di beberapa negara Eropa, terutama Belanda dan Perancis. Ia mendapat inspirasi dari objek lawatannya pada sebuah museum yang berukuran kecil dan sederhana, yang merupakan bekas studio Picasso dan Braque di paris. Maka sekembalinya Popo Iskandar ke Bandung, ia membangun sebuah studio di kawasan kampus IKIP Bandung (UPI). Pada awalnya bangunan tersebut dirancang sebagai Museum sanggar dan di resmikan tahun 1979 oleh Akademi Jakarta, disertai pameran dari seniman : Affandi, Rusli, Popo Iskandar, dan mochtar Lubis. Tempat ini merupakan salah satu perintis museum Bandung milik seniman.
Cita-cita untuk mendirikan sebuah museum sekaligus rumah seni, Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) dirintis pada tahun 1998 disekitar kawasan Jl. Setiabudi, namun proses pembangunan sempat terhenti ketika pada 29 januari 2000, Popo Iskandar berpulang ke Rahmatullah. Namun setelah itu pihak keluarga besar melanjutkan apa yang menjadi cita-cita beliau sampai pada 17 November 2000, secara resmi pembangunan selesai ditandai dengan peresmian yang dilakukan oleh menteri Kebudayaan dan pariwisata RI Bapak I Gede Ardhika.
Berdirinya (GSPI) merupakan upaya pendokumentasian dan rekontruksi aktivitas berkesenian serta konservasi dan restrukturisasi, karya-karya Popo Iskandar, dengan cara membuat dokumentasi yang representatif di seputar karya-karya, aktivitas dan otobiografi, termasuk perjalanan dan perkembangan kekaryaannya yang pada akhirny ditujukan bagi masyarakar luas yang berkeinginan untuk mengamati karya-karyanya. GSPI, merupakan wujud dedikasi dan kecintaan Popo Iskandar terhadap dunia kesenian, terutama Seni Rupa. Sehingga selain sebagai museum yang mengoleksi karya-karya almarhum, juga terdapat Gallery Seni Rupa, yang juga berfungsi sebagai ruang pamer temporer.


Hormat Kami
Team GSPI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar